Langsung ke konten utama

KESETIAAN YANG BENAR

Kesetiaan yang Benar

Apakah kita sudah memiliki kesetiaan terhadapan pasangan dengan benar? Kesetiaan itu bukan hanya diukur dari rasa cinta, namun ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menjalin sebuah hubungan.

Waktu. Banyak pasangan yang tidak bisa mempertahankan hubungannya karena waktu. Ada saat-saat di mana kedua pasangan itu tidak selalu bersama karena berbagai macam kesibukan. Seberapa lama cinta itu dapat bertahan dalam keadaan yang demikian?

Jarak. Hubungan yang terpisahkan oleh jarak, membuat masing-masing pribadi menjadi kesepian dan itu menjadi pemicu perpisahan di antara keduanya. Cinta seringkali tidak berada di dekatnya saat dibutuhkan.

Kondisi. Banyak orang yang mengejar cinta karena apa yang dia miliki. Terkadang harta merupakan faktor utama ketika seseorang akan mencari cinta. Dan ketika kondisi berubah menjadi buruk, maka cinta itu akan pergi menjauh.

Ketika kita memutuskan untuk mencintai orang lain dan menerimanya, maka jangan pernah berpegang pada waktu, jarak dan kondisi yang ada karena semua itu dapat berubah tanpa kita inginkan.

Landaskanlah cintamu dengan kasih, karena kasih itu tidak pernah bisa dipengaruhi oleh ketiga hal tersebut. Saat kita mengasihi seseorang dengan sungguh-sungguh maka kesetiaan itu akan timbul dengan sendirinya karena kasih itu tidak pernah melukai seseorang.

Kasih juga akan mampu menerima segala keadaan yang ada dan kasih tidak akan pernah pergi meninggalkan pasangannya disaat terpuruk. Maka cintailah pasangan kita dengan kasih, sama seperti Yesus yang selalu mencintai kita dengan kasih-Nya yang sempurna.

Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong. Amsal 19:22

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TES IQ (PSIKOTES)

Saya Pinjam uang dari si A Rp.50Jt dan dari si B 50 Jt juga, jadi total uang yang saya pinjam adalah 100jt. Terus saya beli mobil seharga 97jt dari uang pinjaman tsb. berarti masih ada sisa 3jt. terus 1jt saya kembalikan ke siA dan 1jt ke si B dan 1jt saya kantongi sendiri . berarti utang saya ke si A tinggal 49jt dan ke si B juga 49jt jadi total utang saya 98jt. klo ditambahkan total utang saya dan uang yg saya kantongi tadi 1jt (98+1=99)jt. padahal tadi saya pinjam uang 100jt. question. yang 1jt lagi kemana???? berikut gambar q. senyum mencerminkan kebahagiaan                                                       Kebersamaan mempererat tali persaudaraan

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". (I Tesolonika 5:18).

Kisah 2 Lembar Uang Kertas Yang Bersaudara Uang Rp 1.000, dan Rp 100.000, sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. Kemudian di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan, uang Rp 100.000 bertanya kepada uang Rp 1.000, “Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis?” Dijawablah oleh uang Rp 1.000, “Karena aku begitu keluar dari Bank langsung berada di tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.” Lalu Rp 1.000 bertanya balik kepada Rp 100.000, “Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?” Dijawab oleh Rp 100.000, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall dan juga hotel-hotel...

Untuk Orang Tua Dan Guru

Untuk orang tua dan guru, dikutip dari postingan Dr. Ovie, SpOG yang masih muda.. Apakah Anak-ku harus rangking 1? Si Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan” Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami menerimanya dengan senang hati. Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali ...