Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

KEJUJURAN

Suatu nilai Ke JUJURAN :   Seorang CEO sedang mencari penggantinya, penerus perusahaan besar, dari antara karyawan terbaiknya. Utk itu ia memanggil seluruh staff eksekutif kantornya & memberikan masing2 sebutir BENIH. Lalu ia berkata : "Sirami dgn teratur, rawat & 1 tahun dari sekarang bawa tanaman yg tumbuh dari benih ini. Yg "TERBAIK", pemiliknya akan menjadi penggantiku sbgi CEO perusahaan ini." Seorng staff bernama Toni, pulang ke rumah dgn benih yg siap di rawat. Setiap hari benih itu ia siram dgn air dan diberinya pupuk. Stlh 6 bln, di kantor semua saling berbicara tentang tanaman mereka. Hanya Toni yg benihnya tdk tumbuh sama sekali. Stlh 1 thn, seluruh staff eksekutif menghadap CEO memperlihatkan hasil benihnya. Toni berkata pada istrinya bhwa ia tdk akan membawa pot yg kosong. Namun istrinya mendorong utk menyatakan yg sebenarnya. Toni menyadari bhwa istrinya sarankan HAL YANG BENAR. Masuk ruang meeting, ia membawa pot kosong. Selu...

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". (I Tesolonika 5:18).

Kisah 2 Lembar Uang Kertas Yang Bersaudara Uang Rp 1.000, dan Rp 100.000, sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. Kemudian di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan, uang Rp 100.000 bertanya kepada uang Rp 1.000, “Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis?” Dijawablah oleh uang Rp 1.000, “Karena aku begitu keluar dari Bank langsung berada di tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.” Lalu Rp 1.000 bertanya balik kepada Rp 100.000, “Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?” Dijawab oleh Rp 100.000, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall dan juga hotel-hotel...

Motivasi Pemenang Kehidupan

"PEMENANG KEHIDUPAN"       Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut /:). Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu:). Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?” Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dlm bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.” “Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel. “Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung ...