Langsung ke konten utama

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". (I Tesolonika 5:18).

Kisah 2 Lembar Uang Kertas Yang
Bersaudara
Uang Rp 1.000, dan Rp 100.000,
sama-sama terbuat dari kertas,
sama-sama dicetak dan diedarkan
oleh dan dari Bank Indonesia.
Pada saat bersamaan mereka
keluar dan berpisah dari Bank
dan beredar di masyarakat. Empat
bulan kemudian mereka bertemu
lagi secara tidak sengaja di dalam
dompet seorang pemuda.
Kemudian di antara kedua uang
tersebut terjadilah percakapan,
uang Rp 100.000 bertanya
kepada uang Rp 1.000,
“Kenapa badan kamu begitu
lusuh, kotor dan bau amis?”
Dijawablah oleh uang Rp 1.000,
“Karena aku begitu keluar dari
Bank langsung berada di tangan
orang-orang bawahan, dari
tukang becak, tukang sayur,
penjual ikan dan di tangan
pengemis.”
Lalu Rp 1.000 bertanya balik
kepada Rp 100.000,
“Kenapa kamu kelihatan begitu
baru, rapi dan masih bersih?”
Dijawab oleh Rp 100.000,
“Karena begitu aku keluar dari
Bank, langsung disambut
perempuan cantik dan
beredarnya pun di restauran
mahal, di mall dan juga hotel-hotel
berbintang serta keberadaanku
selalu dijaga dan jarang keluar
dari dompet.”
Lalu Rp 1.000 bertanya lagi,
“Pernahkah engkau mampir di
tempat ibadah?”
Dijawablah,
“Belum pernah.”
Rp.1000. pun berkata lagi,
“Ketahuilah bahwa walaupun
keadaanku seperti ini adanya,
aku selalu mampir di
Dirumah ibadah, dan di tangan anak-anak
yatim, bahkan aku selalu
bersyukur kepada Tuhan. Aku
tidak dipandang manusia bukan
karena sebuah nilai tapi karena
manfaat.”
Akhirnya menangislah uang Rp
100.000 karena merasa besar,
hebat, tinggi tapi tidak begitu
bermanfaat selama ini.
Jadi bukan seberapa besar
penghasilan Anda, tapi seberapa
bermanfaat penghasilan Anda itu.
Karena kekayaan bukanlah untuk
kesombongan. Semoga kita
termasuk golongan orang-orang
yang selalu mensyukuri Anugerah
dan memberi manfaat untuk
semesta alam serta dijauhkan dari
sifat sombong..

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu". (I Tesolonika 5:18).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TES IQ (PSIKOTES)

Saya Pinjam uang dari si A Rp.50Jt dan dari si B 50 Jt juga, jadi total uang yang saya pinjam adalah 100jt. Terus saya beli mobil seharga 97jt dari uang pinjaman tsb. berarti masih ada sisa 3jt. terus 1jt saya kembalikan ke siA dan 1jt ke si B dan 1jt saya kantongi sendiri . berarti utang saya ke si A tinggal 49jt dan ke si B juga 49jt jadi total utang saya 98jt. klo ditambahkan total utang saya dan uang yg saya kantongi tadi 1jt (98+1=99)jt. padahal tadi saya pinjam uang 100jt. question. yang 1jt lagi kemana???? berikut gambar q. senyum mencerminkan kebahagiaan                                                       Kebersamaan mempererat tali persaudaraan

Untuk Orang Tua Dan Guru

Untuk orang tua dan guru, dikutip dari postingan Dr. Ovie, SpOG yang masih muda.. Apakah Anak-ku harus rangking 1? Si Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan” Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami menerimanya dengan senang hati. Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali ...